“Kesehatan adalah kebutuhan utama. Ketika tenaga medis tidak berada di tempat, masyarakat kehilangan akses pelayanan yang sangat krusial. Ini bukan hanya soal pelayanan, tetapi menyangkut keselamatan dan nyawa warga,” ujar Iwan kepada awak media, Jumat (27/3/2026).
Ia juga menekankan bahwa tenaga kesehatan desa, khususnya bidan, merupakan ujung tombak pelayanan publik di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur seperti Kecamatan Lalan.
Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Kesehatan agar segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami meminta ada langkah konkret dari pemerintah daerah. Evaluasi harus dilakukan, termasuk penegakan disiplin bagi petugas yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, dr. Zwesty Wisma Devi, M.Kes., menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap setiap masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa tenaga bidan yang bertugas di Desa Mulya Jaya telah mengabdi selama kurang lebih 17 tahun. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, yang bersangkutan tengah menjalani pengobatan penyakit tiroid yang memerlukan perawatan rutin.

















