“Sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat sangat penting agar penanganan tidak bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat,” tegasnya.
Ketua AJ PENA, Megat Alang, menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan harus dijalankan secara konsisten dan tidak bersifat seremonial.
“Pendampingan sosial tidak boleh berhenti di tengah jalan. Kami memastikan setiap tahapan berjalan tuntas, mulai dari penjangkauan hingga rehabilitasi. Ini merupakan tanggung jawab moral kami sebagai kontrol sosial sekaligus mitra pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Kami percaya kerja kemanusiaan tidak diukur dari besar kecilnya anggaran, melainkan dari konsistensi dan kepedulian. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan tetap hadir,” pungkasnya.
Dengan langkah berkelanjutan ini, AJ PENA menunjukkan perannya tidak hanya sebagai organisasi jurnalistik, tetapi juga sebagai penggerak aksi sosial yang nyata di tengah masyarakat.














