“Awalnya lebar tanggul di bagian bawah sekitar lima meter. Sekarang melebar menjadi kurang lebih 15 sampai 20 meter. Ini bukan kerusakan ringan dan harus ditangani dengan cepat serta serius,” ujar Bupati Aep di lokasi kejadian.

Pemerintah Kabupaten Karawang langsung melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mempercepat proses perbaikan. Pemkab juga memastikan seluruh akses masuk bagi material perbaikan dibuka dan dipermudah agar pekerjaan tidak terkendala di lapangan.
“Kami berharap PJT II dan BBWS dapat segera bergerak cepat. Pemerintah daerah siap memfasilitasi agar perbaikan bisa segera dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas,” tambahnya.
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, Pemkab Karawang juga menaruh perhatian besar terhadap kondisi warga terdampak. Langkah tanggap darurat telah disiapkan, termasuk pendirian dapur umum di kantor kecamatan untuk menjamin ketersediaan logistik, khususnya kebutuhan pangan masyarakat.


















