Menurutnya, momentum Nuzulul Qur’an harus dimaknai sebagai ajang introspeksi dan penguatan komitmen moral bagi seluruh personel Polri agar mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut setiap personel memiliki keteguhan moral dan spiritual agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai godaan yang dapat merusak integritas institusi.
“Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, diharapkan setiap anggota Polri mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Dr. Romli Usman, M.Pd.I., yang mengulas makna turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW serta hikmah yang dapat diambil dalam kehidupan modern.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa Al-Qur’an bukan hanya sebagai petunjuk spiritual, tetapi juga sebagai pedoman etika dan moral yang relevan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengabdian sebagai aparat negara yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an tersebut merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi personel Polri di lingkungan Polda Sumsel.

















