Pelaksanaan festival dipusatkan di tiga titik strategis, yakni di Kantor Bupati Karawang sebagai pusat kegiatan, serta di Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Jayakerta. Pembagian lokasi ini dilakukan guna memperluas jangkauan partisipasi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah selama malam takbiran.
Berbagai grup peserta dari seluruh kecamatan menampilkan kreativitas terbaik dalam menabuh bedug, dengan ragam aransemen yang memadukan unsur tradisional dan inovasi modern. Penampilan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelestarian budaya lokal yang mulai jarang ditemui.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Grup Ngadu Bedug dari Kecamatan Karawang Barat berhasil meraih juara kedua dengan perolehan skor 725. Sementara itu, posisi juara ketiga diraih oleh Grup dari Kecamatan Klari dengan skor 690. Adapun juara pertama diumumkan terpisah oleh panitia penyelenggara.
Usai kegiatan festival, Bupati Karawang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik keramaian, seperti Bundaran Ciplaz dan kawasan Galuh Mas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi malam takbiran tetap aman, tertib, dan kondusif.

















