Ia menambahkan, keberadaan puluhan izin usaha perkebunan di wilayah OKI merupakan potensi besar yang harus dioptimalkan melalui kemitraan strategis antara pemerintah dan korporasi. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi pada penanganan persoalan lingkungan, termasuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Deru, pembangunan jalan melalui program CSR tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
“Program CSR seperti yang dilakukan PT OKI Pulp & Paper Mills bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga membuka akses ekonomi, mempercepat arus distribusi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati OKI Muchendi mengungkapkan bahwa kontribusi perusahaan dalam pembangunan infrastruktur di Air Sugihan telah berlangsung secara berkelanjutan. Sebelum pembangunan jalan sepanjang 1,4 kilometer ini, perusahaan juga telah membangun jalan sepanjang 4,3 kilometer melalui skema kolaboratif.
“Kontribusi sektor swasta sangat membantu percepatan pembangunan, khususnya di wilayah Air Sugihan. Kolaborasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga,” kata Muchendi.
Selain dukungan korporasi, Pemerintah Kabupaten OKI juga memperoleh Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk pembangunan jalan cor sepanjang 1,2 kilometer di Desa Kerta Mukti, Jalur 27, yang merupakan pusat aktivitas ibu kota kecamatan.
Tak hanya fokus pada infrastruktur jalan, perusahaan juga berkomitmen mendukung normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir serta membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat.

















