Ia menjelaskan, selama proses pembangunan berlangsung, tim di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor alam. Kondisi air Sungai Dabuk yang mengalami pasang hingga bertambah sekitar 20 sentimeter dari titik air surut, serta curah hujan yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir menjadi kendala tersendiri dalam proses pengerjaan.
Meski demikian, personel yang terlibat dalam pembangunan tetap bekerja maksimal agar proyek tersebut dapat selesai sesuai target.
“Kendala alam seperti air sungai yang pasang dan curah hujan yang tidak stabil tentu menjadi tantangan di lapangan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat personel kami untuk terus bekerja secara maksimal demi mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut Kapten Asep menuturkan bahwa pembangunan jembatan gantung ini memiliki nilai strategis bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas warga yang selama ini masih terbatas akibat minimnya sarana penghubung antarwilayah.
Selain itu, jembatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari akses pendidikan, kegiatan sosial, hingga aktivitas perekonomian warga.













