“Kami mengintensifkan patroli di area perbankan dan ATM selama Ramadan untuk mencegah potensi tindak kriminalitas serta memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat bertransaksi,” ujarnya.
Menurutnya, selama Ramadan biasanya terjadi peningkatan aktivitas penarikan uang tunai dan transaksi keuangan lainnya.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan apabila tidak diantisipasi secara maksimal. Oleh karena itu, kehadiran polisi di titik-titik strategis dinilai sebagai langkah efektif dalam menekan angka kejahatan, khususnya pencurian, penjambretan, maupun aksi kejahatan jalanan lainnya.
Selain patroli rutin, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tetap waspada saat melakukan transaksi, tidak membawa uang dalam jumlah besar secara mencolok, serta memanfaatkan layanan perbankan digital guna meminimalkan risiko kejahatan.















