Kostum adat menjadi salah satu daya tarik utama. Pakaian tradisional dipadukan dengan ornamen khas, tarian, musik, hingga pertunjukan teatrikal. Budaya Jawa, Minangkabau, Sunda, Sumatera Utara, Bali, Madura, Banten, dan Lombok tampil silih berganti, menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, keberagaman yang ditampilkan dalam Karnaval Budaya OKI merupakan cerminan kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
“Karnaval ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita. OKI merupakan rumah bagi berbagai suku, etnis, dan agama. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus merawat persatuan dan kebersamaan,” kata Muchendi.
Menurutnya, perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum hiburan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Kehadiran ribuan warga sepanjang rute karnaval turut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pedagang memanfaatkan keramaian dengan menjajakan makanan, minuman, serta berbagai produk kepada masyarakat.
“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Ribuan orang hadir, UMKM ikut tumbuh, dan produk-produk lokal mendapat ruang untuk dikenal. Jadi semangat kemerdekaan hari ini juga kita wujudkan dengan menghidupkan ekonomi rakyat,” ujarnya.












