Namun demikian, Rohman menekankan bahwa tantangan serangan hama tetap menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pelaksanaan Gerdal dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus siklus hidup hama penggerek batang padi.
“Gerakan ini adalah bentuk respons cepat dan nyata. Kami juga mengimbau petani untuk melakukan pola tanam serentak agar penyebaran hama dapat diminimalisir. Jika tidak serentak, hama akan mudah berpindah dari satu lahan ke lahan lain,” ungkapnya.
Kegiatan Gerdal ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, petugas teknis pertanian, hingga kelompok tani setempat. Selain aksi pengendalian di lapangan, kegiatan juga diisi dengan edukasi dan sosialisasi terkait teknik pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan.
Dengan pelaksanaan Gerdal serentak ini, diharapkan produktivitas padi nasional tetap terjaga serta mampu mengantisipasi potensi penurunan hasil akibat serangan hama. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
Liputan : Yd/Az













