Kedaton Gagal ke Final, Namun Dua Timnya Sukses Tembus Empat Besar
Pertandingan berikutnya mempertemukan Tim Bidar Kedaton A melawan Tim Bidar Jua-Jua. Harapan Kedaton untuk mengirimkan salah satu wakilnya ke partai final kembali harus pupus setelah Jua-Jua tampil lebih unggul dan memastikan diri melaju ke perebutan juara pertama dan kedua.
‎Dengan hasil tersebut, dua tim Kedaton yang sebelumnya sama-sama berada di empat besar akhirnya harus bertemu dalam pertandingan perebutan posisi ketiga dan keempat.
Pertemuan sesama tim Kedaton itu menjadi laga yang cukup emosional. Di satu sisi, kedua tim sama-sama ingin menutup perjuangan dengan hasil terbaik. Di sisi lain, keduanya telah menunjukkan bahwa keberhasilan menembus empat besar bukanlah pencapaian yang mudah.
Pada akhirnya, Kedaton B berhasil menempati posisi ketiga, sementara Kedaton A harus puas berada di posisi keempat atau harapan satu.
‎Meski gagal melaju ke final, pencapaian tersebut tetap menjadi hasil yang membanggakan. Dua tim Kedaton mampu bersaing hingga jajaran empat besar dan menunjukkan bahwa semangat, kekompakan, serta kemampuan para pendayung mampu membawa nama Kelurahan Kedaton bersaing dengan tim-tim terbaik lainnya.
Kandasnya langkah menuju final bukan berarti perjuangan berakhir tanpa makna. Justru dari arena perlombaan tersebut, para pendayung Kedaton telah memperlihatkan karakter petarung, disiplin, kekompakan, dan sportivitas. Hasil kali ini dapat menjadi pengalaman berharga untuk menghadapi berbagai perlombaan bidar berikutnya.
‎Sorak dukungan masyarakat dan semangat para pendayung juga menjadi bagian penting dari perjalanan kedua tim. Bagi Kedaton, keberhasilan menempatkan dua tim di empat besar menjadi modal untuk terus mempertahankan dan mengembangkan tradisi olahraga bidar yang telah menjadi bagian dari semangat kebersamaan masyarakat.











