Kayuagung, Siklusnews.com ,— Bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, pelantikan Dr. Mgs. Muhammad Hakim, M.Kes., sebagai Direktur Perumda PDAM Tirta Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (10/8/2026), menjadi momentum untuk membongkar dan membenahi persoalan mendasar perusahaan daerah tersebut.
Di tangan manajemen baru, PDAM Tirta Agung menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Persoalan tunggakan gaji karyawan masih menjadi perhatian, sementara piutang pelanggan yang mencapai sekitar Rp1,5 miliar menjadi salah satu sumber persoalan keuangan yang harus segera ditangani.
Muhammad Hakim resmi dilantik oleh Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki, SE. Dalam arahannya, Muchendi menegaskan bahwa manajemen baru tidak boleh hanya mengejar peningkatan pelayanan, tetapi juga wajib memastikan perusahaan memiliki tata kelola dan kondisi keuangan yang sehat.
“Jangan sampai ada lagi karyawan yang terlambat dibayar gajinya,” tegas Muchendi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan internal PDAM menjadi salah satu pekerjaan prioritas yang harus segera diselesaikan. Bagi perusahaan daerah, kesehatan keuangan bukan hanya menyangkut kemampuan membiayai operasional, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Muchendi meminta Direktur PDAM Tirta Agung melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk memperkuat sumber pendapatan perusahaan dan membuka peluang investasi yang dapat meningkatkan profitabilitas.
Langkah tersebut dinilai penting agar PDAM tidak sekadar mampu bertahan membiayai operasional, tetapi juga berkembang dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten OKI.
Selain membenahi keuangan, Muchendi juga menyoroti sistem pembayaran rekening pelanggan. Ia meminta pola pembayaran yang masih dilakukan secara manual segera ditinggalkan dan dialihkan ke sistem digital.










