Dari hasil keterangan awal, keributan tersebut diduga dipicu oleh kembali beroperasinya aktivitas galian C di bantaran Sungai Musi. Aktivitas itu disebut berpotensi menyebabkan longsor dan menjadi sumber konflik antara kedua belah pihak.
Diketahui, Patra dan Herman Sawiran masih memiliki hubungan keluarga sebagai paman dan keponakan.
“Kasus ini masih terus didalami. Anggota telah melakukan olah TKP serta memintai keterangan beberapa saksi. Para korban yang sekaligus menjadi terduga pelaku masih menjalani perawatan intensif,” tambahnya.
















