Ogan Komering Ilir — Siklus News
Direktur terpilih Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Dr. dr. H. Masagus M. Hakim, M.Kes, dihadapkan pada sejumlah tantangan besar di awal masa kepemimpinannya. Sosok klinisi yang terpilih melalui mekanisme Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tersebut kini memikul tanggung jawab untuk membenahi kinerja perusahaan daerah yang melayani ribuan pelanggan air bersih di wilayah OKI.
Sebagai perusahaan daerah penyedia layanan air minum, Perumda Tirta Agung memiliki sekitar 8.000 pelanggan yang menggantungkan kebutuhan air bersih setiap harinya. Para pelanggan kini menantikan kebijakan dan langkah strategis dari direktur baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.
Namun di sisi internal, persoalan yang cukup mendesak juga tengah dihadapi manajemen. Sejumlah karyawan Perumda mengaku hingga saat ini belum menerima gaji untuk bulan Februari 2026. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegawai, mengingat biasanya pembayaran gaji dilakukan pada akhir bulan.
Salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hingga memasuki awal Maret, belum ada kepastian terkait pencairan gaji tersebut.
“Kami belum menerima gaji untuk bulan Februari 2026. Biasanya gaji dibayar pada akhir bulan, tetapi sekarang sudah masuk bulan Maret dan belum ada tanda-tanda pembayaran,” ujarnya.
Selain persoalan gaji, perusahaan juga dihadapkan pada kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang harus diberikan kepada karyawan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Saat ini terdapat sekitar 60 karyawan yang menunggu kepastian terkait hak mereka.
Berdasarkan estimasi anggaran perusahaan, kebutuhan dana untuk pembayaran gaji pegawai mencapai sekitar Rp230 juta per bulan. Dengan kewajiban pembayaran THR yang nilainya relatif sama, maka manajemen perusahaan harus menyiapkan dana sekitar Rp460 juta untuk memenuhi kewajiban gaji bulan Februari sekaligus THR bagi seluruh karyawan.
Di luar itu, Perumda Tirta Agung juga memiliki beban keuangan yang tidak kecil. Perusahaan disebut masih memiliki utang kepada pegawai yang mencapai sekitar Rp1,1 miliar, yang berasal dari tunggakan gaji sebelumnya. Selain itu, persoalan jaminan masa depan pegawai juga menjadi perhatian, karena hingga kini karyawan disebut belum memiliki Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai dana pensiun saat memasuki masa purnabakti.
Kondisi tersebut membuat para karyawan berharap kehadiran direktur definitif mampu membawa perubahan nyata bagi perusahaan daerah tersebut. Harapan besar kini tertumpu pada kepemimpinan Dr. Masagus M. Hakim untuk memperbaiki kondisi internal perusahaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain menyelesaikan persoalan kesejahteraan pegawai, direksi baru juga dituntut melakukan berbagai pembenahan strategis lainnya. Di antaranya optimalisasi infrastruktur jaringan pipa, peningkatan kualitas air, perbaikan sistem manajemen perusahaan, hingga efisiensi operasional agar Perumda Tirta Agung dapat beroperasi secara lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan berbagai tantangan tersebut, publik dan para pelanggan berharap kepemimpinan baru mampu membawa perubahan signifikan bagi Perumda Tirta Agung. Langkah cepat dan kebijakan strategis dari sang direktur dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kondisi perusahaan sekaligus memastikan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten OKI tetap berjalan optimal.
Direktur Terpilih Perumda Tirta Agung Dihadapkan Tantangan Berat, Gaji Karyawan Tertunda dan THR Menanti Kepastian
Direktur Terpilih Perumda Tirta Agung Dihadapkan Tantangan Berat, Gaji Karyawan Tertunda dan THR Menanti Kepastian















