Setelah dilakukan penelusuran, diketahui sepeda motor tersebut merupakan milik seorang warga bernama Muslim. Namun pada saat itu kendaraan sedang digunakan oleh anaknya, Muhamad Ariyadi.
Temuan kendaraan di lokasi yang berdekatan dengan aliran Sungai Musi kemudian memunculkan dugaan kuat bahwa Ariyadi mengalami insiden di sekitar tepian sungai. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, korban diduga terakhir kali berada di kawasan tersebut sebelum akhirnya tidak diketahui keberadaannya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan segera melakukan operasi pencarian pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.07 WIB. Penyisiran dilakukan secara intensif dengan menyusuri aliran Sungai Musi hingga radius sekitar lima kilometer dari titik terakhir korban diduga tenggelam.
Dalam operasi tersebut, tim SAR menggunakan berbagai peralatan pendukung, seperti perahu polietilena, pelampung keselamatan, mesin perahu, serta jetski milik BPBD guna mempercepat proses pencarian.
Kendaraan operasional Basarnas juga turut dikerahkan untuk menunjang mobilitas tim di lapangan.
“Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai secara bertahap hingga akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar empat kilometer dari lokasi awal,” jelas Marko.
Meski korban berhasil ditemukan dalam waktu relatif cepat, sejumlah warga setempat mempertanyakan bagaimana korban dapat berada di lokasi tersebut seorang diri pada waktu subuh. Pasalnya, kawasan tepian Sungai Musi di wilayah itu dikenal memiliki arus cukup kuat serta minim penerangan pada malam hingga dini hari.












