Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
Suasana di lokasi sempat diwarnai kepanikan. Teriakan penumpang, tangis keluarga, serta upaya penyelamatan berlangsung di tengah kondisi malam yang mencekam.
Tim gabungan dari PT KAI, KAI Commuter, Basarnas, TNI, Polri, dan tenaga medis dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban serta penanganan darurat di lokasi kejadian.
Sejumlah korban yang mengalami luka-luka langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, korban dengan luka ringan mendapat penanganan awal di area darurat yang didirikan di sekitar stasiun, termasuk di mushala stasiun yang difungsikan sebagai posko medis sementara.
Hingga Selasa dini hari, proses evakuasi masih terus berlangsung, terutama untuk mengevakuasi penumpang yang terjepit di gerbong paling belakang. Petugas menggunakan peralatan khusus untuk memotong bagian rangkaian yang ringsek guna mempercepat penyelamatan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, korban dari pihak KRL masih terus didata seiring berjalannya proses evakuasi dan identifikasi.
















