Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penerapan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang saat ini menjadi prioritas dalam kebijakan pendidikan nasional.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menekankan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, serta daya adaptasi siswa terhadap perubahan zaman.
“Melalui pembelajaran mendalam, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto juga menekankan peran strategis guru sebagai ujung tombak pendidikan. Ia menyebut, kualitas pendidikan sangat bergantung pada kompetensi, dedikasi, serta keteladanan tenaga pendidik dalam membimbing peserta didik.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif. Menurutnya, ekosistem pendidikan yang ideal harus melibatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
















