“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan keluarga dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Supriyanto juga mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh pola pikir dan komitmen semua pihak dalam menjalankannya. Tanpa arah yang jelas dan kesungguhan, berbagai program pendidikan dikhawatirkan hanya menjadi formalitas belaka.
Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap pemerataan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten OKI dalam rangkaian peringatan Hardiknas turut menyalurkan bantuan kepada siswa kurang mampu dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong keberlanjutan pendidikan anak-anak di daerah.
Momentum Hardiknas ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi titik tolak penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berdaya saing.
Melalui semangat asah, asih, dan asuh, Pemerintah Kabupaten OKI optimistis dapat melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan global.












