Ninik Mamak Minangkabau OKI Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati

Ninik Mamak Minangkabau OKI Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Bupati

Uncategorized0 Dilihat
Spread the love

Kayuagung,OKI , Siklusnews,com,— Penguatan nilai-nilai kearifan lokal kembali ditunjukkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui penganugerahan gelar kehormatan adat Minangkabau kepada Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki. Ia resmi menyandang gelar “Sutan Rajo Mudo Nan Sati” yang diberikan oleh ninik mamak masyarakat Minangkabau setempat.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat bertepatan dengan pengukuhan Dewan Pengurus Bundo Kanduang (DPBK) OKI periode 2026–2030 di Pendopo Kabupaten OKI, Minggu (12/4). Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni adat, tetapi juga mempertegas peran strategis budaya dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berakar pada nilai lokal.
Pemberian gelar adat ini mencerminkan pengakuan masyarakat Minangkabau terhadap kepemimpinan kepala daerah yang dinilai mampu merangkul keberagaman sekaligus menjaga harmoni sosial. Dalam perspektif adat Minangkabau, gelar bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab moral dan sosial.
Dalam sambutannya, H. Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa gelar yang diterimanya merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan komitmen nyata.
“Gelar ini bukan hanya sebuah penghormatan, melainkan amanah untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat di tengah masyarakat OKI yang majemuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai adat dan budaya harus menjadi fondasi dalam membangun daerah, terutama dalam memperkuat persatuan dan mempererat hubungan antar kelompok masyarakat.
Lebih lanjut, Muchendi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan stabilitas sosial serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
“Kami merasa bangga dan terhormat. Namun lebih dari itu, ini adalah tanggung jawab untuk terus hadir dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumatera Selatan, Nofrizon DT, menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat merupakan kunci dalam menjaga eksistensi nilai budaya di tengah arus modernisasi.
Ia menegaskan bahwa adat bukanlah penghambat pembangunan, melainkan pilar penting yang mampu memperkuat identitas dan karakter masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat harus terus dijaga. Ini penting agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bundo Kanduang OKI terpilih, Yuliarti Nafion, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial dan keluarga.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai adat, membina generasi, serta mendukung pembangunan daerah yang berkarakter.
“Kami siap berperan aktif dalam pelestarian adat, memperkuat ketahanan keluarga, dan bersinergi dengan pemerintah dalam membangun OKI berbasis nilai-nilai kearifan lokal,” ungkapnya.
Penganugerahan gelar adat kepada Bupati OKI ini menjadi simbol kuat harmonisasi antara pemerintah daerah dan masyarakat Minangkabau. Kedekatan emosional serta kolaborasi yang terjalin dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten OKI.
Lebih jauh, momentum ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengintegrasikan nilai adat dan budaya ke dalam pembangunan, sehingga tercipta keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian identitas lokal.

banner 336x280

News Feed