OGAN KOMERING ILIR, Siklusnews.com — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki menegaskan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten OKI harus keluar dari pola kerja yang hanya berorientasi pada pertandingan dan kejuaraan. KORMI dituntut menjadi penggerak olahraga masyarakat yang benar-benar hadir hingga tingkat desa dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Muchendi saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) KORMI OKI Tahun 2026 di Ruang Rapat Bende Seguguk 1, Kantor Pemerintah Kabupaten OKI, Selasa (11/8/2026).
Muskab tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih pengurus KORMI OKI periode 2026–2031. Namun bagi Muchendi, forum lima tahunan itu tidak boleh berhenti pada pergantian struktur organisasi. Lebih dari itu, Muskab harus melahirkan kepengurusan yang mampu bekerja nyata dan menghadirkan program yang menyentuh masyarakat.
Muchendi menginginkan olahraga masyarakat tidak hanya menjadi aktivitas kelompok tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat, mulai dari anak-anak, generasi muda, hingga lansia.
“Kita ingin olahraga itu bisa menyentuh sampai ke level desa dan di semua kalangan. Membiasakan masyarakat untuk berolahraga, terutama anak-anak muda. Tetapi kita ingin lansia, ibu-ibu, bapak-bapak juga aktif berolahraga,” kata Muchendi.
Menurutnya, keberadaan KORMI harus dapat dirasakan masyarakat secara langsung. Karena itu, pengurus baru dituntut menyusun program yang realistis, aktif dan berkelanjutan, bukan sekadar mengandalkan kegiatan seremonial.
Muchendi bahkan memberikan penekanan khusus terhadap kualitas sumber daya manusia yang akan mengisi kepengurusan KORMI OKI periode mendatang.
Ia meminta orang-orang yang duduk dalam kepengurusan benar-benar memiliki kemauan untuk bekerja, mengembangkan olahraga masyarakat dan mencari terobosan pembiayaan organisasi.
“Kepengurusan KORMI harus yang mau bekerja, yang hobi olahraga, yang mau mengurus. Kalau sekadar nempel nama dalam kepengurusan, tidak usahlah, cari kerjaan lain saja,” tegasnya.
Menurut Muchendi, KORMI bukan organisasi yang dapat menggantungkan seluruh aktivitasnya kepada pemerintah daerah. Kreativitas dalam membangun kemitraan dan mencari sumber pendanaan menjadi salah satu kunci agar program organisasi tetap berjalan.
“KORMI tidak ada gaji, jadi harus kreatif mencari sumber pendanaan dan tidak selalu mengharapkan APBD,” ujarnya.
Tak Hanya Massal, Prestasi Tetap Dibidik
Di tengah dorongan agar olahraga masyarakat semakin inklusif, Muchendi juga tidak ingin prestasi OKI di tingkat provinsi maupun nasional menurun.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menemukan keseimbangan antara dua agenda besar, yakni memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga sekaligus memperkuat pembinaan atlet olahraga masyarakat berprestasi.
Terlebih, OKI selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memberikan kontribusi medali bagi kontingen KORMI Sumatera Selatan.
Karena itu, persiapan menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat tingkat provinsi (Forprov) KORMI yang dijadwalkan berlangsung November mendatang harus menjadi pekerjaan awal pengurus baru.
Muchendi meminta persiapan dilakukan sejak dini sehingga OKI tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi.
OKI Punya 19 Inorga
Sekretaris KORMI Provinsi Sumatera Selatan Eko Agus Sugianto mengatakan OKI memiliki modal organisasi yang cukup kuat untuk mengembangkan olahraga masyarakat.
Saat ini terdapat sekitar 19 induk organisasi olahraga (inorga) di Kabupaten OKI. Jumlah tersebut dinilai cukup besar dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Sumatera Selatan.
Di tingkat Provinsi Sumatera Selatan, KORMI menaungi 76 inorga, terdiri atas 57 anggota penuh dan 25 anggota sementara.
Eko mendorong KORMI OKI tidak hanya mempertahankan inorga yang sudah ada, tetapi juga mengaktifkan kembali organisasi yang belum berjalan optimal serta membuka ruang bagi tumbuhnya organisasi olahraga masyarakat baru.
Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola dengan baik karena OKI memiliki rekam jejak prestasi yang cukup kuat.
“OKI ini salah satu lumbung medali bagi KORMI Provinsi Sumatera Selatan. Pada FORNAS VII di Jawa Barat dan FORNAS VIII di Nusa Tenggara Barat, kontingen OKI konsisten memberikan sumbangsih medali emas untuk Sumsel. Salah satunya KSTI yang terus berprestasi,” kata Eko.
Muskab Jadi Titik Awal Pembenahan
Sementara itu, Ketua Panitia Muskab KORMI OKI Solahudin mengatakan kegiatan tersebut berlangsung sehari dengan agenda utama mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja periode mendatang, serta memilih kepengurusan KORMI OKI masa bakti 2026–2031.
Ia berharap seluruh proses Muskab berlangsung secara demokratis dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa KORMI OKI lebih maju.
“Kami berharap forum ini berjalan lancar dan demokratis serta menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan olahraga masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” kata Solahudin.
Muskab KORMI OKI 2026 kini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Ada tuntutan yang lebih besar di balik forum tersebut: menjadikan olahraga masyarakat sebagai gerakan yang hidup hingga tingkat desa.
Dengan potensi 19 inorga dan rekam jejak prestasi yang telah dimiliki, kepengurusan KORMI OKI periode 2026–2031 memiliki pekerjaan rumah untuk membuktikan bahwa olahraga masyarakat bukan hanya tentang mengejar medali.
Lebih jauh, KORMI dituntut mampu menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat—sehat, aktif, inklusif, berprestasi, dan benar-benar hadir dari kabupaten hingga pelosok desa.









