Iritasi mata dapat ditandai dengan mata merah, perih, berair atau terasa seperti terdapat benda asing. Sementara paparan polutan dapat memperburuk sejumlah masalah kulit pada orang yang sensitif.
Pada penderita asma maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kualitas udara yang buruk juga dapat memperparah keluhan karena polutan dan partikel asap dapat mengiritasi saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut menjadi salah satu langkah perlindungan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kelompok rentan, khususnya bayi, anak-anak dan lansia.
Pihak RSUD Kayuagung berharap kondisi lingkungan segera membaik seiring dengan terkendalinya kebakaran dan berakhirnya musim kemarau. Penurunan paparan polusi udara diharapkan turut mengurangi risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Pemerintah bersama tenaga kesehatan juga terus didorong memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak serta meningkatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit selama periode kabut asap.
“Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk yang muncul maupun memburuk setelah terpapar asap, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat,” pungkas Tito.









