Salah satu kepala desa (kades) di Kecamatan Tulung Selapan, mengaku tidak mengenal pria yang viral di instagram tersebut. Belum ada warganya yang kesulitan membuka rekening bank, melapor kepadanya.ungkap pak kades.
Dia menduga, warga malu menyampaikan hal tersebut kepada kades. “Kalau cerita dari mulut ke mulut, yang namanya warga Kecamatan Tulung Selapan, agak dipersulit wong bank. Kecuali pekerjaannya pelajar atau mahasiswa. Itu info yang saya dapat,” sebutnya, Kamis (19/6).
Terpisah, Camat Tulung Selapan M Soleh, juga mengaku sampai saat ini dia belum mendapat laporan dari kades, terkait masalah warga yang hendak membuka rekening ditolak bank. “Diterima atau ditolak pengajuan mereka membuka rekening, itu ranah bank,” jelasnya.
Namun kalau ada rekomendasi dari kades untuk permohonan buka rekening bank agar dipermudah, pihaknya siap membantu. “Sebenarnya ini ‘kan dilakukan oknum warga, tapi imbasnya semua warga Tulung Selapan. Kasihan yang tidak berbuat, mereka jadi korban,” imbuhnya.
Ketua DPRD Kabupaten OKI, Farid Hadi Sasongko, tidak setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh bank menolak warga Tulung Selapan yang hendak membuka rekening. “Lihat dulu permasalahannya,
Kecamatan Tulung Selapan tercoreng karena tindakan tipsani, banyak instansi lembaga memberikan penilaian semakin rendah. Karena itu menurutnya, harus melihat situasi di lapangan seperti apa. “Tidak seluruhnya (melakukan tipsani), tapi dampaknya ke seluruh masyarakat (Tulung Selapan),” sesalnya













