“Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Selama itu kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan. Dari pesantren lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Muchendi berpesan agar para santri terus menanam ilmu, menjaga akhlak, menghormati guru dan kiai, serta mencintai tanah air.
“Santri masa kini tidak hanya harus menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi dan bahasa dunia. Dunia digital adalah ladang dakwah baru bagi santri. Mari kita terus mengawal Indonesia yang merdeka menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadilan,” tutupnya.
Pewarta : Ririk,Y
Editor Alimusa















