<span;>‎Selama masa pembinaan, para finalis mendapatkan berbagai materi strategis, mulai dari pariwisata, budaya Betawi, etika kepribadian, kepemimpinan, komunikasi publik, hingga kemampuan public speaking dan pengembangan karakter.
Salah satu agenda penting adalah Malam Keakraban yang digelar di Plaza Sarinah pada 3 Juli 2026, di mana seluruh finalis menampilkan kemampuan berbicara di depan umum, peragaan busana, serta unjuk bakat sebagai bagian dari penilaian dewan juri.
<span;>‎Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun, menegaskan bahwa ajang Abang None bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang mampu berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan Jakarta.
<span;>‎”Ajang ini menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan mengasah kemampuan berkolaborasi generasi muda. Hal ini menunjukkan pentingnya peran pemuda dalam dinamika Jakarta yang terus bertumbuh menuju kota global,” ujarnya.
<span;>‎Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kasudin Parekraf) Jakarta Pusat, Shinta Nindyawati, menjelaskan bahwa hanya Juara, Wakil I, dan Wakil II tingkat kota yang akan mewakili Jakarta Pusat pada kompetisi tingkat Provinsi DKI Jakarta.













