Siklusnews.com | Musi Banyuasin – Realisasi penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) hingga 29 Mei 2026 telah mencapai Rp661,54 miliar atau 38,43 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp1,721 triliun. Capaian tersebut menunjukkan roda pembangunan daerah mulai bergerak dengan dukungan dana transfer dari pemerintah pusat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Penyusunan Anggaran dan Daerah (SIMTRADA), komponen terbesar penyaluran masih ditopang oleh Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minyak dan gas bumi (migas) yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah.
Pada sektor Dana Desa, realisasi tercatat mencapai Rp37,33 miliar atau 49,66 persen dari pagu Rp75,17 miliar. Tingginya serapan anggaran ini mencerminkan mulai berjalanannya berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar hingga penguatan ekonomi lokal.
Sementara itu, Dana Alokasi Umum (DAU) telah terealisasi sebesar Rp226,37 miliar atau 40,05 persen dari total pagu Rp565,25 miliar. Namun, sejumlah alokasi DAU yang diperuntukkan bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan pendanaan kelurahan masih menunggu realisasi lebih lanjut.
Di sisi lain, struktur keuangan transfer Muba masih menunjukkan ketergantungan yang cukup kuat terhadap sektor energi dan pertambangan. Hingga akhir Mei 2026, realisasi DBH mencapai Rp225,13 miliar atau 32,30 persen dari pagu Rp696,95 miliar.
Kontributor terbesar berasal dari DBH Sumber Daya Alam Gas Bumi yang telah terealisasi Rp92,14 miliar atau 40 persen dari pagu. Disusul DBH Minyak Bumi sebesar Rp16,13 miliar dan DBH Mineral dan Batubara (Minerba) dari komponen royalti sebesar Rp29,70 miliar, masing-masing telah mencapai 40 persen dari alokasi yang ditetapkan.
Sementara itu, DBH Panas Bumi telah terserap penuh atau mencapai 100 persen. Namun berbeda dengan sektor lainnya, DBH Perkebunan Sawit yang memiliki pagu Rp6,51 miliar belum mencatatkan realisasi hingga akhir Mei 2026.
Pada komponen Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, realisasi mencapai Rp172,71 miliar atau sekitar 45 persen dari pagu Rp383,85 miliar. Sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Pembayaran Tunjangan Profesi Guru ASN Daerah telah mencapai Rp94,61 miliar atau 43,06 persen, sementara Tambahan Penghasilan Guru ASN Daerah hampir tersalurkan seluruhnya dengan capaian 98,46 persen. Adapun Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah terealisasi 49,75 persen atau Rp55,92 miliar, sedangkan BOP PAUD mencapai 53,44 persen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Drs. Syafaruddin, M.Si, mengatakan capaian tersebut menunjukkan proses penyaluran dana dari pemerintah pusat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Realisasi TKDD yang telah mencapai lebih dari Rp661 miliar menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat di Musi Banyuasin berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Syafaruddin, tingginya realisasi Dana Desa menjadi indikator kesiapan pemerintah desa dalam menjalankan program prioritas yang telah dirancang sejak awal tahun. Ia juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program pada sektor-sektor yang realisasinya masih rendah.
“Pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan pemantauan agar seluruh program dapat berjalan tepat waktu, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan lebih dari 60 persen anggaran TKDD yang masih tersisa hingga pertengahan tahun, percepatan pelaksanaan program dan penguatan tata kelola keuangan menjadi kunci untuk menjaga momentum pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin sepanjang Tahun Anggaran 2026.
DBH Migas Masih Jadi Tulang Punggung, Realisasi TKDD Muba Tembus Rp661,54 Miliar
DBH Migas Masih Jadi Tulang Punggung, Realisasi TKDD Muba Tembus Rp661,54 Miliar

















