PALEMBANG, SiklusNews.com —
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui sinergi lintas sektoral bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Tim Staf Ahli (Sahli) Panglima TNI ke Mapolda Sumsel dalam rangka pengumpulan data strategis wilayah.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima langsung rombongan yang dipimpin oleh Brigjen TNI Muhammad Thohir, S.Sos., M.M. pada Selasa (21/4/2026), di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif, dimulai pukul 10.00 WIB.
Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah koordinasi teknis terkait pengumpulan data strategis wilayah yang akan digunakan sebagai bahan analisis dan perumusan kebijakan di bidang pertahanan dan keamanan nasional. Data yang dihimpun diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi faktual di lapangan, termasuk potensi ancaman dan dinamika sosial yang berkembang.
Kapolda Sumsel dalam arahannya menegaskan bahwa integrasi data dan komunikasi yang efektif antara TNI dan Polri merupakan fondasi utama dalam menciptakan stabilitas wilayah yang berkelanjutan.
“Sinergi dan kesamaan persepsi antara TNI dan Polri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Kami siap mendukung penuh pengumpulan data strategis guna kepentingan pertahanan dan keamanan nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolda juga menekankan bahwa tantangan keamanan ke depan semakin kompleks, mulai dari ancaman konvensional hingga non-konvensional seperti kejahatan siber, peredaran narkotika, konflik sosial, hingga potensi bencana alam yang dapat memengaruhi stabilitas daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Sementara itu, Brigjen TNI Muhammad Thohir menyampaikan bahwa kegiatan pengumpulan data ini merupakan bagian dari upaya strategis TNI dalam memperkuat sistem pertahanan negara berbasis kewilayahan. Ia menilai peran Polri sebagai mitra strategis sangat vital dalam menyediakan data lapangan yang aktual dan terpercaya.
Diskusi yang berlangsung antara Tim Sahli Panglima TNI dan jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel mencakup berbagai aspek, mulai dari pemetaan wilayah rawan konflik, potensi gangguan kamtibmas, hingga langkah-langkah mitigasi yang perlu disiapkan secara terpadu.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung kebijakan nasional yang berbasis data.
“Soliditas TNI-Polri di Sumatera Selatan merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Data yang akurat menjadi dasar penting dalam setiap pengambilan kebijakan nasional, sehingga sinergi ini harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Polda Sumsel akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, akademisi, maupun masyarakat, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, Dir Reskrimum Kombes Pol Johannes Bangun, Dir Reskrimsus Kombes Pol Doni Satrya Sembiring, serta Kabid Propam Kombes Pol Raden Azis Safiri, S.I.K., CPHR.
Sebagai simbol penguatan kerja sama dan komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan pertukaran plakat antara kedua institusi. Momentum ini menjadi penegasan bahwa sinergitas TNI-Polri di Sumatera Selatan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi juga diwujudkan dalam kerja nyata yang berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menjadi benteng kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus mendukung terciptanya iklim pembangunan yang stabil dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.












