Sekretaris Umum SABUPRI, Dadang Suhendra, dalam keterangannya mengatakan bahwa aksi ini menjadi bentuk perlawanan kolektif terhadap sistem ketenagakerjaan yang tak berpihak kepada buruh.
“Dengan bersatu dalam serikat buruh, kami punya kekuatan untuk memperjuangkan hak-hak kami yang selama ini terabaikan,” ungkap Dadang.
Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya mendengar, tetapi juga mengambil langkah nyata.
Aksi buruh ini mendapat tanggapan langsung dari Wakil Bupati OKI, Supriyanto, yang hadir bersama jajaran Forkopimda. Ia menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan buruh secara serius.
“Pemerintah Kabupaten OKI menerima aspirasi ini dengan tangan terbuka. Kami akan pelajari lebih lanjut dan mengajak para perwakilan SABUPRI berdialog langsung di kantor Pemkab,” ujar Supriyanto.
Wabup juga mengimbau para buruh untuk tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Dialog terbuka dianggap sebagai solusi bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.
Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, menyampaikan bahwa sebanyak 300 personel diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi damai ini.








