Menurutnya, upaya pembersihan sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Namun, pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat membuat penanganan manual tidak lagi efektif. Karena itu, pengerahan alat berat menjadi langkah strategis untuk mempercepat normalisasi aliran sungai.
Man menegaskan, proses pembersihan dilakukan secara bertahap dan akan terus berlanjut hingga aliran sungai benar-benar bersih serta kembali berfungsi optimal.
“Masih kita kerjakan terus sampai benar-benar bersih,” tegasnya.
Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten OKI berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VII guna mendapatkan dukungan teknis serta penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Sinergi lintas instansi ini dinilai penting agar persoalan serupa tidak berulang.

















