“Pendampingan teknis akan terus dilakukan agar ancaman hama dapat ditekan sejak awal. Kita ingin petani semakin mandiri dalam melakukan pengendalian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rachmat mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit guna mendukung target besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras berkelanjutan pada tahun 2026.
“Kita berikhtiar bersama, menjaga tanaman sejak awal hingga panen. Dengan kebersamaan, kita optimistis target swasembada beras dapat tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman, mengungkapkan bahwa capaian produksi padi di wilayahnya menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, produksi padi sawah di Karawang mencapai 1,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), melampaui target sebesar 1,41 juta ton.
“Artinya terdapat surplus sekitar 53 ribu ton atau meningkat 0,39 persen dari target. Ini menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” jelasnya.














