“Program GENTING ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Oleh karena itu, intervensi harus tepat sasaran, khususnya pada keluarga miskin dan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya saat rapat di Ruang Bende Seguguk, Kamis (16/5).
Ia menambahkan, capaian yang belum optimal pada tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.
Peningkatan sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, terutama dalam mendorong keterlibatan sebagai orang tua asuh (OTA), dinilai menjadi kunci keberhasilan program.
Program GENTING sendiri menyasar kelompok rentan, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dari keluarga berisiko stunting. Bentuk intervensi yang diberikan tidak hanya berupa bantuan nutrisi, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberdayaan keluarga.


















