Asmar menambahkan bahwa penilaian tidak hanya melihat capaian inflasi, tetapi juga memperhitungkan kualitas kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, TNI, Polri, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai lembaga terkait disebut berjalan selaras dalam menjalankan peran masing-masing.
“Yang dinilai bukan hanya aspek teknis, tetapi juga kekuatan kolaborasi. Sinergi inilah yang membuat kinerja TPID OKI diapresiasi,” jelasnya.
Dalam proses penilaian, Bank Indonesia membagi wilayah ke dalam beberapa zona, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. OKI berhasil menempati posisi kedua terbaik untuk kategori kabupaten/kota di Regional Sumatera.

















