“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan setiap pekerja mendapatkan haknya secara layak. Kami berkomitmen untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh pihak,” tegasnya di hadapan massa aksi.
Wak Toha juga mengungkapkan bahwa dirinya memahami betul dinamika kehidupan para pekerja. Pengalaman pribadinya yang pernah bekerja sebagai tenaga keamanan di perusahaan swasta menjadi bekal berharga dalam memahami realitas yang dihadapi buruh di lapangan.
“Saya pernah berada di posisi itu. Saya tahu bagaimana rasanya menjadi seorang pekerja. Karena itu, saya ingin memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk melindungi dan memperjuangkan kesejahteraan buruh,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan tegas kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Tenaga Kerja, agar lebih responsif, adaptif, dan proaktif dalam menangani setiap persoalan yang dihadapi para pekerja.
“Jika ada kepala dinas yang tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kaum buruh, saya tidak akan ragu untuk melakukan evaluasi, bahkan sampai pada pencopotan jabatan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Musi Banyuasin, Heriyandi Sinulingga, AP., M.Si., menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam menjalankan arahan kepala daerah.












