Menurutnya, pejabat publik dituntut menjaga kejujuran serta tidak memanipulasi data demi pencitraan kinerja.
“Kalau baik, katakan baik. Kalau buruk, katakan buruk. Jangan memanipulasi data untuk terlihat baik,” ujarnya.
Selain integritas, ia menekankan pentingnya inovasi, adaptasi terhadap digitalisasi, serta kepatuhan pada regulasi dan etika pelayanan publik. Pejabat yang dilantik diminta menjaga rahasia jabatan dan rahasia negara, serta membangun kultur kerja yang sehat dan produktif melalui kepemimpinan yang terbuka dan kolaboratif.
“Silakan berinovasi. Saya akan mendukung setiap gagasan yang memiliki dasar kuat dan tujuan jelas bagi peningkatan pelayanan masyarakat. Bagi ASN yang berkinerja baik, kesempatan promosi terbuka,” tandasnya.
Perombakan besar-besaran ini menjadi sinyal awal arah kebijakan pemerintahan Muchendi dalam membangun birokrasi yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
(Marsyal,S)












