Lebih lanjut, Maslani juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga peran aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menjelaskan bahwa program PMT berbahan pangan lokal dirancang tidak hanya untuk meningkatkan asupan nutrisi, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi pangan daerah yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan.
“PMT ini bukan sekadar tambahan makanan, tetapi bagian dari edukasi gizi kepada masyarakat agar memahami pentingnya pola makan seimbang, terutama bagi ibu hamil dan balita,” ujarnya.
Selain itu, pelaksanaan Gebyar Pekan Imunisasi Dunia 2026 menjadi momentum penting dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak. Upaya ini dinilai krusial dalam mencegah berbagai penyakit menular yang berpotensi memperburuk kondisi gizi anak.
Kegiatan ini juga diisi dengan pelayanan kesehatan terpadu, seperti penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, pemberian vitamin, serta sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat.


















