Keluhan Warga Bermunculan, SWI OKI Soroti Transparansi Pemutakhiran Data Bansos
Ketepatan data bukan hanya persoalan angka, tetapi menyangkut hak dan keberlangsungan hidup masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.
Untuk itu, SWI OKI mendorong dinas terkait memberikan penjelasan resmi mengenai perubahan desil yang dikeluhkan masyarakat, termasuk memastikan tersedia mekanisme koreksi apabila ditemukan data yang tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Hingga persoalan tersebut mendapatkan penjelasan yang transparan, masyarakat tentu berhak bertanya: apakah perubahan desil benar-benar karena kondisi ekonomi warga telah membaik, atau terdapat persoalan lain dalam proses pemutakhiran data yang perlu dibenahi ?
Kasubag Umum BPS OKI Jaya Sempurna,SE menegaskan, sistem digital yang baik harus terus diperbaiki berdasarkan data terbaru. Pemutakhiran bukan tanda pemerintah mengabaikan masyarakat, melainkan bagian dari upaya memperbaiki ketepatan sasaran.
“Masyarakat dapat memeriksa dan menyampaikan usulan maupun keberatan melalui mekanisme Usul-Sanggah, termasuk kanal yang disediakan Kemensos seperti Cek Bansos dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), serta kanal Cek-DTSEN yang tersedia melalui BPS sesuai mekanisme yang berlaku,” Jaya menjelaskan.
Apabila terdapat kondisi di lapangan yang belum tergambarkan secara tepat dalam data, ia menambahkan, tersedia mekanisme untuk menyampaikan informasi dan melakukan verifikasi lebih lanjut.
Pertanyaan tersebut penting dijawab pemerintah secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman sekaligus memastikan program bansos benar-benar diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. :::
( Tim SWI )







