KAYUAGUNG, Siklusnews,Com,— Luasnya wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan kondisi geografis dan sebaran penduduk yang menjangkau hingga pelosok desa menempatkan bidan pada posisi strategis dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap hadir di tengah masyarakat.
Bukan sekadar membantu proses persalinan, bidan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada perempuan, ibu dan anak, termasuk kesehatan reproduksi, keluarga berencana, edukasi kesehatan hingga upaya pencegahan berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Peran strategis tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten OKI. Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan, keberadaan bidan sangat penting karena mereka merupakan tenaga kesehatan yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Hal itu disampaikan Muchendi saat menghadiri pengukuhan Pengurus Cabang dan Pengurus Ranting Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten OKI periode 2025–2030 dan 2026–2031, Jumat (28/8/2026).
Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan seminar nasional dan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT ke-75 IBI. Kegiatan diikuti sekitar 600 peserta, terdiri atas jajaran Pengurus Daerah IBI Sumatera Selatan, pengurus cabang dan ranting IBI OKI, instansi pemerintah, anggota IBI serta masyarakat.
Menurut Muchendi, tantangan pelayanan kesehatan di OKI tidak ringan. Luas wilayah dan persebaran masyarakat membuat akses pelayanan kesehatan harus terus diperkuat agar tidak terjadi kesenjangan antara masyarakat di pusat kota dengan warga yang tinggal di wilayah pelosok.
<span;>Dalam kondisi tersebut, bidan dinilai memiliki peran yang tidak tergantikan karena berada paling dekat dengan masyarakat.
“Bidan memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Terlebih OKI memiliki wilayah yang luas dengan masyarakat yang tersebar hingga pelosok desa,” kata Muchendi.
Ia menilai, keberadaan organisasi profesi seperti IBI tidak hanya penting untuk menjaga soliditas anggotanya, tetapi juga menjadi wadah peningkatan kompetensi, profesionalisme dan kualitas pelayanan kebidanan.
Karena itu, Muchendi mendorong jajaran IBI OKI terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Tujuh puluh lima tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini merupakan perjalanan panjang yang diisi dengan dedikasi, pengabdian dan komitmen para bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar IBI OKI menjaga profesionalisme dan memperkuat organisasi agar semakin mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar IBI Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk terus menjaga profesionalisme, memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan,” kata dia.






