Menurutnya, momentum HUT ke-75 IBI harus menjadi refleksi sekaligus pemacu bagi seluruh bidan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan.
“Momentum HUT ke-75 ini harus menjadi pengingat bahwa bidan bukan hanya dituntut semakin kompeten secara profesional, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan pelayanan yang aman, berkualitas dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru IBI OKI mampu menjaga semangat pengabdian serta memperkuat peran bidan sebagai bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
Bakti Sosial Jadi Bukti Pengabdian
Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui program organisasi, tetapi juga terlihat dalam rangkaian bakti sosial HUT ke-75 IBI OKI.
Sejumlah pelayanan diberikan secara langsung kepada masyarakat, antara lain donor darah, pemeriksaan HPV DNA dan IVA, pelayanan keluarga berencana (KB) gratis, bantuan bagi balita stunting serta bantuan bagi ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK).
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa keberadaan bidan tidak hanya dibutuhkan ketika masyarakat menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga memiliki peran penting dalam pencegahan, deteksi dini dan peningkatan kesadaran kesehatan.
Mengusung tema “Bersama Bidan OKI, Sehat Menuju Generasi Emas”, IBI OKI menargetkan organisasi yang semakin produktif, inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di tengah tantangan geografis OKI yang luas, penguatan kapasitas dan profesionalisme bidan menjadi salah satu kunci agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Pengukuhan kepengurusan baru pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni organisasi. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi penegasan komitmen untuk menghadirkan pelayanan kebidanan yang profesional, aman dan dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam membangun kualitas kesehatan ibu dan anak menuju generasi emas Kabupaten OKI.












