Menurutnya, rasa syukur, keyakinan diri, dan manajemen waktu menjadi kunci utama untuk meraih keberhasilan. Ia menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman dan berani berkorban demi masa depan yang lebih baik.
“Setiap orang memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam. Yang membedakan adalah bagaimana cara kita mengelola waktu tersebut. Jangan takut bermimpi dan teruslah belajar demi memberikan manfaat untuk umat,” pesannya.
Sebagai perempuan yang juga menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, Ina mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan pendidikan. Namun dengan menentukan skala prioritas serta disiplin dalam menjalani aktivitas, semua dapat dijalani dengan baik.
Kisah perjuangan Ina Indrayanti menjadi inspirasi bahwa pendidikan dapat diraih siapa saja selama memiliki tekad, kesungguhan, dan semangat pantang menyerah.
Wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol lahirnya generasi baru yang siap membawa perubahan positif bagi masyarakat dan pembangunan umat.
Reporter : Elvi Supriani


















