Karena itu, UMJ membuka kesempatan bagi para wartawan yang belum menyelesaikan pendidikan tinggi melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), baik untuk jenjang Sarjana (S1) maupun Magister (S2).
“Kami membuka peluang bagi para wartawan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur RPL. Pengalaman kerja yang dimiliki dapat menjadi bagian dari proses akademik sehingga mempermudah wartawan memperoleh gelar pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP SWI Herry Budiman menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan bukti nyata keseriusan SWI dalam memperjuangkan peningkatan kapasitas dan kompetensi anggotanya.
“Kerja sama ini menjadi bukti bahwa SWI tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kualitas wartawan, tetapi benar-benar merealisasikannya melalui program yang konkret,” tegas Herry.
Ia mengungkapkan, pada tahap awal pelaksanaan tahun 2026, DPP SWI menargetkan sebanyak 60 wartawan anggota SWI dari wilayah Sumatera, Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan yang diselenggarakan bersama UMJ.
“Target awal sebanyak 60 peserta. Namun, jika antusiasme tinggi dan kebutuhan meningkat, jumlah peserta sangat memungkinkan untuk ditambah,” jelasnya.








