Di sela kegiatan, Haryono menegaskan bahwa kehadiran DPW SWI Sumsel merupakan bentuk nyata solidaritas insan pers daerah dalam menjaga dan memperkuat kebebasan pers nasional.
“Kehadiran kami dari DPW SWI Sumsel bersama rombongan merupakan bukti konkret solidaritas dan komitmen pers terhadap penguatan kebebasan pers nasional. Tema ‘Pers Mengabdi untuk Negeri’ menjadi pengingat sekaligus amanah besar bagi insan pers, khususnya di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, pengabdian pers tidak boleh berhenti pada ruang publikasi semata, melainkan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam mengawal transparansi pemerintahan, pembangunan desa, dan isu pelestarian lingkungan.
Ia juga menilai dipilihnya Desa Wisata Banyuanyar sebagai pusat kegiatan memiliki makna simbolik yang kuat bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa dan pers memiliki tanggung jawab untuk terus mengawal proses tersebut.
“Kami di Sumsel berkomitmen membawa spirit dari Boyolali ini untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis, menjaga independensi, serta tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di Boyolali pun menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat serta mendorong pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
( RED/SWI )
















