Perwakilan Kementerian Dalam Negeri hadir sekaligus membuka secara resmi Munas SWI 2026. Selain itu, tampak hadir perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), serta Kementerian Lingkungan Hidup.
Dari unsur pemerintah daerah, hadir Pj. Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., Bupati Boyolali Agus Irawan, SE., MM., serta Asisten Administrasi Umum Purwanto.
Kehadiran para pejabat tersebut disambut langsung oleh jajaran Forkopimda Boyolali, Kepala Dispermasdes, Kepala Kesbangpol, Camat Ampel, hingga Lurah Banyuanyar Komarudin, S.T.
Secara organisatoris, jalannya kegiatan dipimpin Ketua Panitia Munas SWI 2026 Prof. Dr. Ir. Supriyat Nasir, M.B.A., bersama Plt. Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia Ir. Herry Budiman. Kegiatan itu juga dihadiri ratusan jurnalis dari berbagai provinsi di Tanah Air.
Tidak hanya membahas isu organisasi pers, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini juga diintegrasikan dengan agenda lingkungan hidup melalui Deklarasi Desa Bebas Sampah bersama Kementerian Lingkungan Hidup.
Selain itu, SWI juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan strategis dengan sejumlah pihak eksternal sebagai langkah memperkuat sinergi organisasi pers dengan berbagai sektor pembangunan.
Momentum nasional tersebut ditutup dengan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter bertajuk Srikandi Nusantara/Bendera Sang Ratih 1000 Wara yang diinisiasi Yayasan Mataram Jaya Binangun di bawah pimpinan Sri Rahayu. Prosesi itu menjadi simbol persatuan dan semangat nasionalisme di tengah keberagaman insan pers Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SWI Sumatera Selatan turut mengambil peran aktif. Ketua DPW SWI Sumatera Selatan, Haryono, memimpin langsung rombongan jurnalis dari Bumi Sriwijaya untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.












