‎Besarnya postur anggaran tersebut, kata Muchendi, tidak boleh hanya dilihat dari sisi nominal. Ukuran keberhasilan APBD harus tercermin dari kualitas pelaksanaan program serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
‎Bukan Sekadar Mengejar Serapan
Pemkab OKI juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak menjadikan serapan anggaran sebagai satu-satunya indikator keberhasilan.
‎Menurut Muchendi, anggaran yang terserap tinggi belum tentu mencerminkan keberhasilan apabila belanja tersebut tidak menghasilkan output dan outcome yang jelas.
‎“Penggunaan anggaran harus dilakukan secara efisien dan menghindari belanja yang tidak memberikan manfaat yang jelas,” tegasnya.
Karena itu, setiap program dan kegiatan harus memiliki target keluaran serta hasil yang terukur. Program yang tidak memiliki urgensi kuat dan manfaat yang jelas perlu ditekan agar ruang fiskal daerah dapat dialihkan kepada kebutuhan yang lebih strategis dan menyentuh kepentingan masyarakat.
Di sisi lain, pengendalian dan pengawasan internal akan diperkuat untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai ketentuan, efisien, transparan, dan akuntabel.












