Selain penegakan hukum terhadap pelaku, pendampingan psikologis terhadap korban juga dinilai menjadi langkah penting dalam proses pemulihan.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak menutup mata apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak maupun perempuan.
Peran keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan pemerintah dinilai sangat penting dalam membangun sistem perlindungan anak yang efektif.
Selain itu, publik juga diminta untuk tidak menyebarluaskan identitas, foto, maupun informasi pribadi korban demi menjaga keselamatan dan masa depan anak yang bersangkutan.
Pemerintah sendiri melalui Undang-Undang Perlindungan Anak menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan tidak manusiawi.
Pihak kepolisian mengajak masyarakat agar aktif melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana yang mengancam keselamatan anak dan perempuan demi mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.












