Selain itu, rombongan Bupati OKI juga meninjau rumah tidak layak huni yang ditempati oleh tiga bersaudara, yakni Muhammad, Susi, dan Ratih. Ketiganya tinggal di rumah berukuran sekitar 2 x 3 meter yang dinilai sangat sempit dan jauh dari standar kelayakan hunian.
“Sebelumnya mereka tinggal di kebun, lalu membangun rumah di sini. Kondisinya sangat kecil dan kurang layak,” ujar Ratih, bidan desa setempat.
Bupati Muchendi mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi kedua rumah tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten OKI akan mengupayakan renovasi secepatnya, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan yang sudah tua dan berisiko roboh.
“Perbaikan akan segera diupayakan, terutama atap rumah dan struktur bangunan yang sudah tidak layak huni,” tegasnya.
Untuk mempercepat proses perbaikan, Muchendi juga menyampaikan bahwa Pemkab OKI akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) OKI, terlebih saat ini tengah memasuki musim hujan.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Baznas agar perbaikan bisa segera dilakukan, sehingga keluarga dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
(Marsyal,S)
















