Ia menjelaskan, sebelum masuknya jaringan listrik PLN pada 2021, petambak masih bergantung pada genset berbahan bakar solar dengan biaya operasional tinggi. Kehadiran listrik PLN telah meningkatkan efisiensi, namun kebutuhan daya terus meningkat seiring rencana ekspansi lahan tambak yang saat ini baru dimanfaatkan sekitar 60 persen.
Bupati OKI, Muchendi, menegaskan penguatan infrastruktur listrik sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tambak yang kini dikelola masyarakat. Ia juga menyoroti masih adanya wilayah pesisir seperti Tulung Selapan, Cengal, dan Sungai Menang yang mengalami keterbatasan daya dan tegangan listrik rendah.
Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyatakan PLN telah menyiapkan sembilan unit transformator untuk memperkuat suplai listrik. Selain itu, PLN membuka peluang pembangunan jaringan baru dengan estimasi investasi Rp13 miliar hingga Rp15 miliar guna mendukung pengembangan sektor perikanan.
“Kami berkomitmen menghadirkan listrik andal sebagai penggerak ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan yang berorientasi ekspor,” ujarnya.











