Respons Cepat Disbunnak OKI Tangani Kambing Terserang Pink Eye dan Orf, Peternak Diminta Waspadai Penularan
Pada kambing, Orf umumnya ditandai dengan munculnya bintil, lepuh hingga keropeng tebal di sekitar bibir, mulut dan hidung. Lesi juga dapat ditemukan pada bagian tubuh lain, termasuk ambing pada ternak betina.
Penyakit ini patut menjadi perhatian karena Orf bersifat zoonosis, sehingga manusia yang melakukan kontak langsung dengan hewan terinfeksi maupun lesi pada kulit ternak juga perlu menerapkan langkah perlindungan dan kebersihan yang baik.
Petugas Lakukan Penanganan dan Pemberian Vitamin
Sebagai bagian dari penanganan awal, petugas Puskeswan melakukan tindakan medis terhadap ternak yang menunjukkan gejala penyakit, termasuk penyuntikan dan pemberian vitamin.
Terapi terhadap ternak disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing hewan. Dalam penanganan kasus tertentu, dokter hewan dapat mempertimbangkan pemberian obat sesuai indikasi, termasuk antibiotik untuk infeksi bakteri sekunder, antiinflamasi, serta dukungan vitamin.
Peternak juga diingatkan agar tidak melakukan pengobatan secara sembarangan tanpa berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan.
Kebersihan Kandang dan Pemisahan Ternak Jadi Kunci
Petugas Puskeswan mengimbau peternak meningkatkan biosekuriti sederhana di lingkungan kandang. Langkah tersebut antara lain dengan segera memisahkan kambing yang sakit dari ternak sehat, menjaga kebersihan kandang, memastikan pakan dan air minum tercukupi, serta menghindari kondisi yang dapat menyebabkan ternak mengalami stres.
Pemberian pakan bergizi dan seimbang juga penting untuk membantu mempertahankan kondisi tubuh dan daya tahan ternak.
Selain itu, program kesehatan ternak perlu dilakukan secara berkala, termasuk pengendalian parasit dan pemberian obat cacing berdasarkan kebutuhan serta anjuran tenaga kesehatan hewan.








