Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan bawang. Para pedagang menyebut faktor distribusi dan keterbatasan pasokan sebagai penyebab utama kenaikan tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah mengambil langkah konkret guna menahan laju kenaikan harga agar tidak membebani daya beli.
Menanggapi temuan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa hasil sidak menjadi dasar evaluasi dan langkah antisipatif pemerintah daerah. Koordinasi dengan distributor, pemasok, serta instansi terkait akan diperkuat guna menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan stok.
“Menjelang Ramadan, permintaan biasanya meningkat signifikan. Karena itu, kami melakukan langkah antisipasi lebih awal. Jika diperlukan, operasi pasar akan diperluas dan pengawasan distribusi diperketat agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” tegasnya.
Sebagai bentuk intervensi langsung, Pemkab OKI menggelar Operasi Pasar Murah dengan menyediakan berbagai komoditas bersubsidi, di antaranya paket minyak goreng dan beras, daging ayam ras, telur, cabai merah, serta bawang merah. Program tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.











