Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, sebelumnya menyatakan komitmennya untuk memperbaiki ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, khususnya jalur alternatif mudik.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait perbaikan jalan nasional, termasuk ruas Pantura yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Untuk ruas jalan kabupaten, khususnya jalur alternatif mudik Johar–Krasak hingga Krasak–Cikalong, akan kami perbaiki sebelum Lebaran,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Meski demikian, hingga pertengahan Februari 2026, warga mengaku belum melihat adanya tanda-tanda perbaikan di sejumlah titik kerusakan parah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama menjelang meningkatnya volume kendaraan saat musim mudik.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan secara menyeluruh dan permanen, guna menjamin keselamatan pengguna jalan serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan arus mudik nasional.











