“Melalui Galak Ngerjut, keluarga didorong memanfaatkan potensi di sekitar rumah, baik dengan menanam sayuran, buah-buahan, maupun tanaman bernilai ekonomi lainnya. Hasilnya dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Bupati.

Ia juga menambahkan, program tersebut membuka peluang penerapan teknologi pertanian sederhana, seperti hidroponik, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan. Selain untuk konsumsi, hasil panen diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah guna menggerakkan ekonomi lokal.
Selain sektor ekonomi, Pemkab Muba juga memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan. Salah satu bentuk konkret komitmen tersebut adalah pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.












